Jurnal Kajian Komunikasi, Volume 8, No. 1, Juni 2020, hlm. 99-113 101 Strategi Guru dalam membangun komunikasi dengan Orang Tua Siswa di Sekolah (Ike Junita Triwardhani, Wulan Trigartanti, Indri Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif terhadap 223 siswa SMA/SMK dan pengambilan dilakukan dengan metode survei. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah State Hope Scale (SHS) yang berjumlah 6 item (α=0,739) untuk mengukur harapan (hope) dan skala resiliensi akademik yang berjumlah 41 item (α =0,913) untuk mengukur
itu antara orangtua dan guru tidak bisa menjadi tim yang bagus untuk menjalin kemitraan5. Kerjasama antara guru dan orang tua perlu dilakukan agar orang tua memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari guru dalam hal mendidik anak-anaknya. Sebaliknya, para guru dapat pula memperoleh keterangan-keterangan dari orang tua tentang
Selalu mempertahankan: 1). menjadi pengarah terhadap tercapainya tujuan sekolah, 3) memandang kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar, dan. 4) gembira dalam bekerja. Pengukuran tingkat keberhasilan visi kepemimpinan pembelajaran sangat diperlukan. Kerjasama yang dilakukan oleh guru dan orang tua jika dilakukan dengan baik dan benar, maka bisa mendorong semangat siswa dalam berkegiatan di sekolah. Guru sebisa mungkin harus proaktif berkomunikasi dengan orang tua. Memberi info kemajuan belajar siswa hingga menawarkan konseling kepada orang tua siswa itu sendiri. Baca Juga: Cara Memberitahu
guru bimbingan dan konseling dalam meminimalisir bullying diantaranya: (1)Memanggil siswa ataupun menerima siswa di ruang BK; (2) Menggali perasaan siswa untuk diberikan layanan bimbingan dan konseling; (3) Mengarahkan dan memotivasi siswa agar siswa tersebut mendapatkan solusi bagi masalah. Ketiga
Ini cerita guru tentang harapan untukku dan untuk anak-anakku. #CeritaGuru: Harapan untukku dan untuk Mereka Anak-Anakku - Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru Memasuki tahun kesembilanku menjadi seorang guru di SMP Negeri 1 Sungaiselan, aku masih sama dengan saat pertama kali ditempatkan di sekolah ini.

Trommsdorff (2003), harapan orangtua adalah keyakinan dan harapan yang dimiliki oleh orangtua terhadap kemampuan anaknya. Harapan orangtua terhadap kemampuan anak ini ada di berbagai area, termasuk di bidang pendidikan atau akademik Steinberg (2002) mengatakan bahwa pengaruh lingkungan rumah berpengaruh pada tingkat prestasi anak.

Berpuluh-puluh ribu calon guru penggerak memiliki impian bersama, yaitu mengembangkan diri menjadi guru yang lebih baik. Harapan ini menjadi dasar motivasi untuk mengikuti program. Mereka ingin menjadi pengajar yang mampu melampaui metode tradisional, menciptakan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan inovatif. .
  • r1chwnxgkk.pages.dev/237
  • r1chwnxgkk.pages.dev/40
  • r1chwnxgkk.pages.dev/381
  • r1chwnxgkk.pages.dev/441
  • r1chwnxgkk.pages.dev/402
  • r1chwnxgkk.pages.dev/84
  • r1chwnxgkk.pages.dev/337
  • r1chwnxgkk.pages.dev/105
  • harapan siswa terhadap guru